Senin, 27 Maret 2017

SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Computer Based Information System, Universitas Mercu Buana, 2017

Nama : Namira Nur Jasmine     Fakultas Ilmu Komputer / Sistem Informasi
NIM    : 41814010076                             Universitas Mercu Buana

Mata Kuliah                : Sistem Informasi Manajemen – Pertemuan 4
Dosen Pengampu        : Prof. Dr. Hapzi, MM
Senin, 27 Maret, 2017

Computer Based Information System
Sistem informasi berbasis komputer atau computer based information system (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung penggambilan keputusan, koordinasi, dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Sistem informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat, dan akurat sesuai dengan kebutuhan dari manajemen.

Fokus Computer Based Information System
1.        Fokus awal pada data (EDP / SIA)
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi. Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .
Pengolahan data adalah memanipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya. Tujuannya untuk mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai dalam maupun di luar perusahaan.

2.        Fokus baru pada informasi / SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang serupa (Raymond McLeod, JR). Dan menurut Gordon B. Davis, SIM merupakan integrasi manusia dan mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen &pengambilan keputusan pada suatu organisasi.

3.        Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data & model untuk memecahkan masalah yang tidak terstuktur.
Pengertian dari Sistem pendukung keputusan (Decision support system) ini adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer tsb. Berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.
Karakteristik dari Sistem Pendukung Keputusan antara lain adalah adaptability, flexibility, user friendly, support intelligence, design, choice, effectiveness.
Spesifikasi Sistem Pendukung Keputusan :
  • Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
  • Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
  • Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
  • Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
  • Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar 
  • Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama
  • Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
  • Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif

Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan :
  • Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan masalah yang tidak terstruktur
  • Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat
  • Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan


4.        Fokus Kini pada Komunikasi (Otomatisasi Perkantoran) atau OA (Office Automation)
Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation / OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi.
Fungsi Office Automation adalah untuk Memudahkan segala jenis komunikasi dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
Tujuan Office Automation       
  • Penghindaran biaya
  • Pemecahan masalah kelompok
  • Sebagai pelengkap


5.        Fokus Potensial pada Konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer yang berfungsi seperti manusia yaitu memberikan konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah. Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Manfaat Computer Based Information System
Manfaat dari Computer Based Information System diantaranya :
-          Proses pengolahan yang cepat
-          Tingkat akurasi informasi yang dihasilkan cukup tinggi
-          Efisiensi sumber daya manusia
-          Kemudahan berinteraksi dengan penggunanya
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut.
Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Hal tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan, terutama keputusan strategis perusahaan agar dapat bersaing dengan para kompetitor perusahaan.

Komponen Computer Based Information System
Menurut Stair (1992) menjelaskan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS/Computer Based Information Systems) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut :
  1. Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data. Contoh : komputer, monitor, scanner, printer, dll.
  2. Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer. Contoh : software seperti Microsoft Word, Software Pengolah database dll.
  3. Database, yaitu sekumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
  4. Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antar pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama dalam suatu jaringan kerja yang efektif. Contoh : internet, sambungan LAN, telepon, handphone.
  5. Manusia yaitu personnel dari sistem informasi. Contoh : manajer, analis, programmer, dan operator serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
  6. Prosedur yaitu tata cara yang meliputi strategi, kebijakan, metode dan peraturan-peraturan dalam menggunakan sistem informasi berbasis komputer. Contoh : Standard Operation Procedure/SOP, kebijakan perusahaan, dll


Contoh Penerapan Computer Based Information System
1.        Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal merupakan suatu satu kesatuan karena di dalamnya menerapkan suatu sistem informasi akuntansi yang baik dan harus memperhatikan penerapan unsur-unsur dalam pengendalian internal yang memadai. Sedangkan efektivitas itu sendiri merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan di dalam setiap organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran seperti yang telah ditentukan.

Fokus utama prosedur pengendalian yang berkaitan dengan sistem informasi akuntansi adalah transaksi dilaksanakan dengan cara yang mencegah terjadinya kesalahan manajemen di laporan keuangan. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi yang efektif dapat memberikan keyakinan memadai bahwa transaksi yang di catat atau terjadi adalah sah, telah diotorisasi, telah dicatat dan telah dinilai dengan wajar. Sistem informasi akuntansi yang baik akan menghasilkan informasi yang handal dengan dimotori sumber daya manusia yang kompeten pada setiap bagian-bagian pekerjaan.
           
Sebagai contoh nya terlihat pada penerapan sistem informasi akuntansi yang ada pada CV. TechoBekasi. Dalam kasus ini CV. Techno dapat dikatakan telah cukup memadai apabila sudah didukung oleh unsur-unsur dari sistem informasi akuntansi itu sendiri yang terdiri dari formulir, catatan, laporan yang terintegrasi dalam suatu kerangka yang tersusun, terstruktur dan saling berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan suatu informasi yang andal dan dapat di percaya.
           
Maka dapat dikatakan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi persediaan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagangan pada CV. Techo telah memenuhi tujuan sistem informasi akuntansi antara lain :

1.        Meningkatkan Pengendalian Internal. Pengendalian internal dapat tercapai bila unsur-unsur pengendalian itu dapat diterapkan dengan baik. Pengendalian internal diperlukan guna menamankan kekayaan perusahaan, ini berarti sistem informasi akuntansi yang disusun harus juga mengandung kegiatan pengendalian internal. 
2.        Menekan Biaya Tata Usaha. Dengan adanya sistem informasi akuntansi yang diterapkan di CV. Techo, maka akan memperlancar proses kegiatan yang ada dalam perusahaan, khususnya dalam persediaan barang dagangan melalui penyediaan informasi tepat guna, tepat waktu dan lengkap akan mengamankan harta perusahaan, dengan demikian akan menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagangan pada CV. Techo sehingga dengan penciptaan sistem informasi akuntansi persediaan tersebut akan menekan biaya-biaya tata usaha dan memberikan manfaat yang lebih besar daripada biaya yang dikorbankan. 
3.        Meningkatkan InformasiDengan adanya sistem informasi akuntansi akan mengurangi ketidakpastian serta memberikan gambaran peluang yang ada dan membatu fungsi pengendalian sistem informasi akuntansi yang diterapkan oleh CV. Techo telah memenuhi tujuan kualitatif dari informasi keuangan yang menunjang pengendalian internal persediaan barang dagangan, antara lain : 
§  Relevan, informasi yang dihasilkan adalah informasi yang relevan dengan informasi yang diwakilinya. 
§  Keandalan, informasi yang dihasilkan bebas dari kesalahan.
§  Dapat dimengerti, informasi yang dihasilkan mudah dimengerti untuk pengolahan lebih lanjut. 
§  Tepat waktu, informasi yang dihasilkan dapat diperoleh pada waktu yang diperlukan dan pada waktu yang tepat guna untuk pengolahan lebih lanjut. 
§  Daya banding, informasi yang dihasilkan dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya atau dapat diperbandingkan dengan perusahaan sejenis untuk melakukan perbaikan. 
§  Lengkap, informasi yang dihasilkan lengkap meliputi : semua data akuntansi keuangan yang dapat memenuhi secukupnya enam tujuan kualitatif di atas.

Dengan demikian maka penerapan sistem informasi akuntansi persediaan yang dihasilkan akan menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan barang dagangan dari segi pengendalian informasi. Dari seluruh uraian yang dikemukakan maka terlihat setiap aktiva menyangkut persediaan barang dagangan CV. Techo selalu melalui beberapa prosedur diantaranya menggunakan pemisahan tugas, penghitungan fisik persediaan, penggunaan dokumen yang digunakan dikoordinasikan sehingga menghasilkan informasi-informasi yang dibutuhkan.

2.        Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung keputusan untuk proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir pada PT. 1KA27. Salah satu contoh yang akan disorot dalam hal ini adalah cara pemilihan karyawan yang sesuai dengan kriteria yang ada pada suatu jabatan tertentu. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk proses profile matching dan analisis gap yang dibuat berdasarkan data dan norma-norma SDM yang terdapat di PT.1KA27.

Proses Profile Matching dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir berdasar pada 3 aspek yaitu Kapasitas Intelektual, Sikap Kerja dan Perilaku. Hasil dari proses ini berupa ranking karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut. Dari hasil implementasi sistem, disimpulkan bahwa dengan penggunaan software ini dapat membantu proses pengambilan keputusan terhadap profile matching proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir di PT. 1KA27.

Contoh yang kedua adalah Sistem Pendukkung Keputusan untuk kelayakan proposal kredit Bank. Sekarang ini karena banyaknya perusahaan ataupun pengusaha yang mengajukan kredit ke Bank membuat bank tersebut harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan terhadap nasabah. Sebagai contoh : pemberian kredit Bank dimana Bank tersebut memberikan kredit kepada debitur tetapi melalui proses yang harus dilalui. Penyaluran kredit yang berhasil akan membawa keuntungan yang besar bagi bank. Oleh karenanya Bank tersebut  harus benar-benar hati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Sebelum menyalurkan kredit kepada seorang calon debitor, Bank tersebut harus menilai dulu kelayakan proposal kreditnya.

Dengan adanya perkembangan teknologi komputer di bidang sistem informasi dirancanglah suatu Sistem Pendukung Keputusan Spesifik (Specific Decision Support Systems) SDSS yang dirancang dengan cara cepat (Quick Hit) dan pendekatan secara interaktif. Aplikasi SDSS ini sangat membantu dan memudahkan pihak pengambil keputusan dalam tugasnya menilai kelayakan proposal kredit.






Referensi
Anonim. (2012). “Computer Based System Information dan Evolusinya” *Online+. (Diakses dari : https://adeirmasuryani.wordpress.com/2012/10/12/cbis-computer-based-information-system-dan-evolusinya/ pada 27 Maret 2017 pukul 19.30)
Anonim. (2012). “Computer Based Information  System” *Online+. (Diakses dari : https://onahe.wordpress.com/2012/11/28/computer-based-information-system-cbis/ pada 27 Maret pukul 19.40)
Anonim. (2017). “Computer Based Information System – SIM” *Online+. (Diakses dari : https://docs.google.com/presentation/d/18W38OJahbJGePyyRQYAmhap85W2sfDMRwCOltmMzUF8/edit#slide=id.g1195564f7e_2_57 pada 27 Maret 2017 pukul 20.10)
Anonim. (2017). “Pengantar Sistem Informasi” *Online+. (Diakses dari : http://www.scribd.com/doc/25248652/Pengantar-Sistem-Informasi-Berbasis-Komputer pada 27 Maret 2017 pukul 20.30)
Djahir, Yulia dan Dewi Pratita. (2015). “Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen” *Online+. (Diakses dari : https://books.google.co.id/books?id=RCoQCgAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gb s_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false pada 27 Maret 2017 pukul 19.20)


Gaol, Chr. Jimmy L. 2008. Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: PT Grasindo, anggota Ikapi.

Senin, 20 Maret 2017

SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Kecerdasan Buatan, Universitas Mercu Buana, 2017


Nama : Namira Nur Jasmine             
NIM    : 41814010076                                                      Universitas Mercu Buana
Fakultas Ilmu Komputer / Sistem Informasi     
Mata Kuliah                : Sistem Informasi Manajemen – Pertemuan 3
Dosen Pengampu      : Prof. Dr. Hapzi, MM
Senin, 20 Maret 2017

Sistem Kecerdasan Buatan

Sebuah sistem pasti memiliki komponen yang menjadi pembentuknya. Demikian pula dengan Kecerdasan Buatan dan sistem pakar, karena dua sistem tersebut termasuk contoh jenis sistem informasi maka kecerdasan buatan dan sistem pakar juga memiliki komponen. Komponen-komponen itu antara lain :

Komponen Kecerdasan Buatan

a.       Basis Pengetahuan
Basis Pengetahuan berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar yaitu : a.Fakta, misalnya: situasi, kondisi, dan kenyataan dari permasalahan yang ada, serta teori dalam bidang itu. b.Aturan, yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang spesifik dalam bidang yang khusus.

b.      Mesin Inferensi
Mesin Inferensi (Inference Engine), merupakan otak dari Kecerdasan buatan. Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Komponen ini berupa program komputer yang menyediakan suatu metodologi untuk memikirkan (reasoning) dan memformulasi kesimpulan. Kerja mesin inferensi meliputi :
§  Menentukan aturan mana yang akan dipakai
§  Menyajikan pertanyaan kepada pemakai ketika diperlukan.
§  Menambahkan jawaban ke dalam memori kecerdasan buatan dan sistem pakar.
§  Menyimpulkan fakta baru dari sebuah aturan
§  Menambahkan fakta tadi (yang telah diperoleh) ke dalam memori

c.       Interface Kecerdasan buatan dan Sistem Pakar mengatur komunikasi antara pengguna dan komputer. Komunikasi ini paling baik berupa bahasa alami, biasanya disajikan dalam bentuk tanya-jawab dan kadang ditampilkan dalam bentuk gambar/grafik. Antarmuka yang lebih canggih dilengkapi dengan percakapan (voice communication).

Komponen Sistem Pakar
1.        Subsistem Penambah Pengetahuan
2.        Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan adalah suatu jenis basis data yang dipergunakan untuk manajemen pengetahuan. Basis data ini menyediakan fasilitas untuk kleksi,organisasi dan pengambilan pengetahuan terkomputerisasi.
3.        Mesin Inferensi
Mesin inferensi merupakan elemen inti dari sistem intelejensia buatan
4.        BlackBoard
Blackboard adalah memori/lokasi untuk bekerja dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data.
5.        Interface
6.        Subsistem Penjelasan
Subsistem Penjelasan adalah kemampuan untuk menjejak (tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat penting untuk transfer pengetahuan dan pemecahan masalah. Komponen subsistem penjelasan harus dapat menyediakannya yang secara interaktif menjawab pertanyaan pengguna , misalnya :
1.“Mengapa pertanyaan tersebut anda tanyakan?”
2.“Seberapa yakin kesimpulan tersebut diambil?”
3.“Mengapa alternatif tersebut ditolak?”
4.“Apa yang akan dilakukan untuk mengambil suatu kesimpulan?”
5.“ Fakta apalagi yang diperlukan untuk mengambil kesimpulan akhir?”
6.Subsistem Penyaring Pengetahuan

Seorang pakar mempunyai sistem penghalusan pengetahuan, artinya, mereka bisa menganalisa sendiri performa mereka, belajar dari pengalaman, serta meningkatkan pengetahuannya untuk konsultasi berikutnya. Pada Sistem Pakar, swa-evaluasi ini penting sehingga dapat menganalisa alasan keberhasilan atau kegagalan pengambilan kesimpulan serta memperbaiki basis pengetahuannya.


Karakteristik Kecerdasan Buatan
Karakteristik kecerdasan buatan dan sistem pakar Kecerdasan buatan berhubungan dengan penggunaan komputer untuk melaksanakan tugas atau menyelesaikan masalah yang memerlukan kecerdasan atau kepintaran. Adanya berbagai sudut pandang dalam melihat kecerdasan buatan, mempengaruhi pembentukan karakteristik kecerdasan buatan. Karakteristiknya antara lain adalah :
a.       Sistem yang dapat berpikir seperti manusia ( Thinking Humanly) Thinking Humanly adalah pendekatan model kognitif. Dikatakan program dapat berpikir seperti manusia, maka ada beberapa cara untuk menyatakannya, yaitu :
§  Melalui introspeksi mencoba menangkap pemikiran pemikirannya sendiri pada saat berpikir
§  Melalui eksperimen-eksperimen psikologi Sistem ini menggunakan teori pemikiran presisi untuk diekspresikan sebagai program komputer contohnya Sistem Newell & Simon’s GPS (general problem solver) yang mencari penyelesaian masalah “jalan yang dilakukan manusia”. Sistem ini menggunakan gabungan antara model komputer Ai dan teknik psikologi.

b.      Sistem yang dapat beraksi seperti manusia ( Acting Humanly) Acting Humanly : Pendekatan Uji Turing. Turing mendefinisikan tingkah laku yang cerdas sebagai suatu kemampuan untuk meniru manusia dalam semua tugas kognitif, mencukupi untuk “fool interrogator”. Uji yang dilakukan Turing merupakan komputer yang akan dijalankan oleh manusia melalui teletype. Jika interrogator tidak dapat membedakan apakah yang diinterogasi manusia atau komputer, maka komputer berintelegensia tersebut lolos dari uji Turing (Turing Test). Untuk lolos dari sistem uji Turing (Turing Test) ini diperlukan :
§  Natural Language Processing
§  Knowledge Representation,
§  Automated Reasoning
§  Machine Learning

c.       Sistem yang dapat berpikir secara rasional ( Thinking Rationally) Thinking Rationally atau disebut juga The Laws of Thought Approach. Hukum ini memiliki beberapa poin, yaitu :
§  Tidak mudah membuat pengetahuan informal dan menyatakan dalam bentuk formal yang diperlukan oleh notasi logika, khususnya jika pengetahuan memiliki ketidakpastian <>
§  Terdapat perbedaan besar antara dapat memecahkan masalah “dalam prinsip” dan memecahkannya dalam praktek.


d.      Sistem yang dapat bertingkah laku rasional (Acting Rationally) Acting Rationally disebut juga The Rational Agent Approach. Adanya mesin inferensi yang benar membuat sistem ini dapat bertindak sebagai rational agent, karena satu cara untuk melakukan aksi secara rasional. Aksi secara rasional adalah menalar secara logika untuk mendapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan, dan kemudian melakukan aksi atas kesimpulan tersebut.

Cara kerja kecerdasan buatan Perangkat lunak kecerdasan buatan berbasis pada representasi serta manipulasi simbolik. Di sini simbol tersebut dapat berupa huruf, kata, atau angka yang merepresentasikan obyek, proses dan hubungan keduanya. Sebuah obyek bisa jadi seorang manusia, benda, pikiran, konsep, kejadian, atau pernyataan suatu fakta. Dengan menggunakan simbol, kita dapat menciptakan basis pengetahuan yang berisi fakta, konsep, dan hubungan di antara keduanya. Kemudian beberapa proses dapat digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut untuk menghasilkan nasehat atau rekomendasi untuk penyelesaian suatu masalah.

Contoh-contoh Kecerdasan Buatan
1.        Game Playing
Game Playing (permainan game) merupakan bidang AI yang sangat populer berupa permainan antara manusia melawan mesin yang mempunyai intelektual untuk berpikir. Bermain dengan komputer memang menarik, bahkan sampai melupakan tugas utama yang lebih penting. Komputer dapat bereaksi dan menjawab tindakan-tindakan yang diberikan oleh lawan mainnya.

2.        General Problem Solving
Bidang AI ini berhubungan dengan pemecahan masalah terhadap suatu situasi yang akan diselesaikan oleh komputer. Permasalahan yang diungkapkan dalam suatu cara yang sedemekian rupa sehingga komputer dapat mengerti semua deskripsi-deskripsi yang diinginkan juga diberikan kepada komputer. Biasanya permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara trial dan error sampai solusi yang diinginkan didapatkan.
Suatu  program  paket  yang  cukup  populer  di  kompuer  mikro  untuk  pemecahan masalah secara trial and error adalah EUREKA yang ditulis oleh Borland.

3.        Natural Language Recognition
Studi mengenai AI mencoba supaya komputer dapat mengerti bahasa alamiah yang diketikkan lewat keyboard. Bahasa alamiah (natural language) adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh orang untuk berkomunikasi. Komputer yang dapat menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya yang merupakan contoh penerapan AI di bidang ini. Biasanya komputer yang khusus untuk AI dapat digunakan pada bidang ini diantaranya adalah IPL (Information Processing Language), LISP, INTERLISP, SAIL, PLANNER, KRL dan PROLOG. Bidang AI ini masih sangat sulit dan belum dapat sempurna penerapannya.

4.        Speech Recognition
Bidang ini juga masih dikembangkan dan terus dilakukan penelitiannya. Kalau bidang ini  berhasil  dengan  baik  dan  sempurna,  alangkah  hebatnya  komputer.  Kita  dapat berkomunikasi dengan komputer hanya dengan bicara, kita bisa mengetik sebuah buku hanya dengan bicara, dan selanjutnya komputer yang akan menampilkan tulisan hasil pembicaraan kita. Akan tetapi bidang ini masih belum sempurna seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan jenis suara manusia berbeda­beda.
Suatu  alat  recognizer  dapat  ditambahkan  pada  komputer  mikro  sehingga  dapat digunakan untuk speech recognition, diantaranya yaitu:
­          Voice Recognition Module (VRM) buatan Interstate Electronic.
­          Voice Data Entry System (VDEC) buatan Interstate Electronic.
­          SpeechLab buatan Heuristics Inc.
­          Voice Entry Terminal (VET) buatan Scott Instruments.
­          Cognivox buatan Voicetek.

5.        Visual Recognition
Bidang ini merupakan kemampuan suatu komputer yang dapat menangkap signal elektronik dari suatu kamera dan dapat memahami apa yang dilihat tersebut. Penerapan AI ini misalnya pada komputer yang dipasang di peluru kendali, sehingga peluru kendali dapat diprogram untuk selalu mengejar sasarannya yang tampak dikamera.
Pada era globalisasi saat ini, bidang Visual Recognition dapat kita jumpai pada komputer laptop terbaru. Awalnya komputer dipasang alat untuk mendeteksi
sidik jari (fingerprints password). Sekarang ini sudah banyak digunakan face detector, sehingga untuk mengakses sebuah laptop yang sudah dipasangi password dari gambar wajah orang pemiliknya, maka orang lain dengan wajah yang berbeda tidak akan dapat membuka laptop tersebut. Misalkan pada laptop LENOVO 3000 Y410 keluaran IBM.

6.      Robotics
Robot berasal dari kata Robota, dari bahasa Chekoslavia yang berarti tenaga kerja. kata  ini  digunakan  oleh  dramawan Karel Capek  pada  tahun 1920  pada  sandiwara fiksinya, yaitu R.U.R (Rossum’s Universal Robots).
Robot  adalah  suatu  mesin  yang  dapat  diarahkan  untuk  mengerjakan  bermacam-macam tugas tanpa campur tangan lagi dari manusia. Secara ideal robot diharapkan dapat melihat, mendengar, menganalisa lingkungannya dan dapat melakukan tindakan-tindakan yang terprogram. Dewasa ini robot digunakan untuk maksud­maksud tertentu dan yang paling banyak adalah untuk keperluan industri. Diterapkannya robot untuk industri  terutama  untuk  pekerjaan  3D  yaitu  Dirty,  Dangerous,  atau  difficult  (kotor, berahaya dan pekerjaan yang sulit). Negara yang banyak menggunakan robot untuk industri adalah Jepang, Amerika Serikat dan Jerman Barat.
Penggolongan Robot
Ada  beberapa  cara  menggolongkan  robot.  Ada  yang  menggolongkan  robot  menurut sumber  tenaganya  (secara  elektronik,  hidrolik,  dan  pneumatik).  Ada  yang menggolongkan ke dalam kerumitannya (robot yang sederhana hanya dapat bergerak dalam satu, dua atau tiga jurusan saja, sedang robot yang canggih dapat bergerak puluhan sudut secara serentak). Robot dapat juga digolongkan dalam daya angkatnya (ada robot yang hanya dapat mengangkat benda­benda yang ringan saja sampai yang berat).  Ada  yang  menggolongkan  dalam  kecepatan  geraknya,  ketepatannya  serta metode penggunaannya. Berdasarkan penggunaannya robot dapat digolongkan sebagai:
­ Robot pribadi (personal robots)
Juga disebut dengan home robots (robot rumah tangga), karena ditujukan untuk membantu pekerjaan­pekerjaan rumah tangga menjadi lebih otomatis.
­ Robot industri (industrial robots)
Robot  industri  merupakan  robot  yang  digunakan  untuk  membantu  di dalam  proses produksi,  misalnya  untuk  menangani  material,  mengelas,  mengecat,  memasang komponen dan lain sebagainya.
7.      Expert System (Sistem Pakar)
Kemampuan, keahlian dan pengetahuan tiap orang berbeda­beda. Komputer dapat diprogram untuk berbuat seperti orang yang ahli dalam bidang tertentu. 
Komputer yang demikian dapat dijadikan seperti konsultan atau tenaga ahli di bidang tertentu yang dapat menjawab pertanyaan dan memberikan nasehat-nasehat yang dibutuhkan. Sistem demikian disebut Expert System (Sistem Pakar).
Salah satu expert system yang pertama adalah:
1. MACSYMA, yang digunakan untuk tugas­tugas matematika. 2. MYCIN, untuk mendiagnosa penyakit infeksi pada darah. 3. CADUCEUS, untuk mendeteksi penyakit. 4. PUFF, untuk mengukur fungsi dari paru­paru. 5. PROSPECTOR, digunakan perusahaan DEC untuk menggamarkan konfigurasi dari sistem komputer bagi para langganannya.
6. DENDRAL, untuk mengidentifikasikan struktur molekul suatu komposisi kimia dan lain sebagainya.




Contoh Aplikasi berbasis Android yang memiliki Kecerdasan Buatan
1.     Google Now

Google Now merupakan aplikasi asisten pribadi yang dibuat oleh google, aplikasi ini tersedia di platform Android, Iphone, dan Ipad. dalam penggunaanya cukup mudah, kita hanya mengatakan "Ok, google..." maka kan muncul kotak voice search, tinggal kita ucapkan apa yang mau kita cari, maka si Google Now yang cerdas ini akan menampilkan hasil yang dia dapatkan dari internet ke layar smartphone. Tidak hanya itu Google Now dapat menjadi pengingat kita saat kita lupa layaknya asisten sungguhan. saya sendiri cukup kagum dengan kecerdasan yang dimiliki Google Now, pada saat pagi hari Google Now mengingatkan saya untuk pergi kuliah, dan secara otomatis memberi tahu rute menuju kampus yang biasa saya kunjungi, tidak hanya itu, apabila ada kecelakaan disekitar saya Google Now memberitahukannya melalui notifikasi. menurut saya Google Now sudah cukup cerdas untuk dijadikan asisten digital, mengingat kemampuannya yang cukup mumpuni.


2.      Simsimi

Siapa yang tidak kenal dengan robot chatting yang satu ini?. Simsimi merupakan robot imut yang memiliki kecerdasan buatan, ada saja hal-hal kocak yang diucapkan oleh simsimi pada saat kita chatting dengannya. karena kekocakan tersebut membuat saya tertarik menggunakan aplikasi simsimi, pada aplikasi tersebut robot cerdas yang imut ini dapat kita ajarkan kata-katanya, Aplikasi simsimi tersedia diberbagai platform sistem operasi salah satunya android. Manfaat aplikasi ini sendiri adalah untuk menghibur user dan sangat cocok untuk mengisi waktu luang.








3.      Instant Heart Rate Pro


Aplikasi ini berfungsi sebagai pendeteksi seberapa sehat jantung kita. cara penggunaannya cukup mudah, hanya meletakan jari telunjuk pada kamera smartphone, maka beberapa detik kemudian hasilnya disajikan dilayar, aplikasi ini tentu sangat berguna bagi yang memiliki masalah dengan jantung. Manfaat dari aplikasi ini sendiri adalah untuk mendeteksi detak jantung kita, agar apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita dapat mengetahuinya sejak awal.









4.      Photo Math


Sebuah aplikasi pendidikan, PhotoMath sendiri berfungsi layaknya kalkulator, namun pada PhotoMath kita hanya memfoto objek angka yang mau kita hitung maka PhotoMath secara otomatis menkonversi foto tersebut menjadi angka dan melakukan penghitungan. awalnya saya tidak percaya, tapi ternyata aplikasi PhotoMath ini benar-benar dapat melakukan perhitungan melalui foto, cara penggunaannya cukup mudah, cukup arahkan kamera smarthphone ke soal matematika yang akan kita hitung dan PhotoMath melakukan perhitungannya secara otomatis, cerdas dan canggih bukan? namun, tidak semua jenis perhitungan dapat dilakukan PhotoMath, semoga versi selanjutnya dapat lebih cerdas lagi.



5.      Waze

Waze sendiri adalah nama dari sebuah aplikasi peta, merupakan aplikasi navigasi untuk perangkat seluller genggam, dalam aplikasi waze hampir mirip dengan aplikasi peta lainnya, yaitu ada navigasi, perkiraan waktu sampai ke suatu tempat, informasi tempat umum terdekat seperti pom bensin, restoran, dll. yang menarik dari waze yaitu kita memberikan informasi jalan ke komunitas, sehingga kita mendapatkan info yang up to date dari waze, saya rasa waze merupakan aplikasi navigasi yang cukup mumpuni dibanding aplikasi sejenisnya, pengguna atau user waze sendiri disebut dengan nama wazer.




Referensi

Anonim. (2009). “Kecerdasan Buatan” [Online]. (Diakses dari : http://silvercyber19.blogspot.co.id/2009/05/kecerdasan-buatan.html pada 20 Maret 2017 jam 14.20)
Anonim. (2013). “Contoh Kecerdasan Buatan” [Online]. (Diakses dari : http://www.danang-ekal.com/2013/03/contoh-contoh-kecerdasan-buatan_19.html#.WM-E3TuGPIU pada 20 Maret 2017 jam 14.30)
Anonim. (2015). “Aplikasi Android yang memiliki Kecerdasan Buatan”
[Online]. (Diakses dari : http://ropiudin95.blogspot.co.id/2015/07/5-aplikasi-android-yang-memiliki.html pada 20 Maret 2017 jam 14.00 )
Anonim. (2017). “Knowledge based systems” [Online]. (Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Knowledge-based_systems pada  20 Maret 17 jam 14.15)
Smith, Reid (May 8, 1985). "Knowledge-Based Systems Concepts, Techniques, Examples" (PDF). (Diakses dari : http://www.reidgsmith.com. Schlumberger-Doll Research. pada 20 Maret 2017 jam 14.17)