Nama : Namira Nur
Jasmine Fakultas
Ilmu Komputer / Sistem Informasi
NIM :
41814010076 Universitas
Mercu Buana
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen –
Pertemuan 5
Dosen
Pengampu : Prof. Dr. Hapzi, MM
Senin, 03 April 2017
Sistem Informasi sebagai Keunggulan Kompetitif Perusahaan
Menurut Michael Porter yang sangat dikenal di bidang strategi
kompetitif. Melalui kerangka Industry adn Competitive Analysis (CIA) (Porter,
1980), beliau mengungkapkan bahwa keadaan kompetisi dalam industri bergantung
pada lima kekuatan kompetitif yang dikenal dengan sebutan "five
forces" atau "competitive forces", yaitu :
- daya tawar pemasok
- daya tawar pembeli
- ancaman pendatang baru
- ancaman pengganti produk atau jasa
- persaingan sesama
Daya Tawar pembeli merupakan ancaman bagi perusahaan karena
pembeli dapat berpindah ke pesaing sewaktu-waktu. Sebagai contoh, pembeli buku
di Amazon (http://www.amazon.com) dengan mudah bisa berpindah ke pesaingnya
seperti Barnes & Nobles (http://www.barnesandnobles.com/) karena biaya
untuk berpindah perusahaan lain hanya sebatas ketukan beberapa tombol di
keyboard. Oleh karena itu, perlu diupayakan strategi untuk membuat pelanggan
tetap loyal, misalkan dengan memberikan diskon, memberikan kupon yang dapat
digunakan untuk pembelian berukutnya atau menggratiskan biaya pengiriman.
Pada SI, Keuntungan Kompetitif mengacu pada penggunaan
informasi untuk mempengaruhi pangsa pasar. Buruh beragumentasi bahwa perusahaan
menerima keuntungan kompetitif dengan melakukan salah satu kegiatan dibawah ini
:
–
Produksi
dan pelayanan dengan harga murah,
–
Produksi
dan pelayanan berkualitas tinggi, atau
–
Mempertemukan
kebutuhan khusus dari segmentasi pasar tertentu
Titik terpenting adalah manajemen perusahan menggunakan
sumber daya fisik dan konseptual untuk mempertemukan strategi yang objektif
bagi perusahaan
Dengan penggunaan TI dan SI dapat membantu perusahaan untuk
memangkas biaya bisnis, membedakan dan berinovasi dalam produk dan layanannya,
meningkatkan pertumbuhan, mengembangkan aliansi, mengunci pelanggan dan
pemasok, membuat biaya switching, meningkatkan hambatan masuk, dan meningkatkan
investasi di sumber daya TI. Dengan demikian, teknologi informasi dapat
membantu bisnis mendapatkan keuntungan kompetitif dalam hubungan dengan
pelanggan, pemasok, pesaing, pendatang baru, dan produsen produk pengganti.
Secara Dimensi dengan penggunaan SI ada beberapa jenis
Keunggulan Kompetitif Perusahaan, diantaranya :
1. Keunggulan Strategis
Perencanaan digunakan untuk
pencapaian keuntungan. Menurut level piramida fungsional perusahaan, keuntungan
dari segi keunggulan strategis dicapai melalui seleksi arah strategi mendasar
dan tujuan perusahaan.
2. Keunggulan Taktis
Metode untuk menyempurnakan strategi
dalam cara yang lebih baik dibandingkan pesaing.
3. Keunggulan Operasional
Transaksi dan proses harian yang
memberi keuntungan
Sistem Informasi dapat menjadi keunggulan kompetitif
perusahaan karena dapat memiliki peran besar dalam bisnis, yaitu sebagai
berikut :
–
Men-support
Proses Bisnis dan Operasional perusahaan. SI dapat membantu proses bisnis dan
operasional perusahaan. Contohnya : di zaman modern sekarang ini semua
supermarket sudah menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk membantu
operasional dan proses bisnisnya, karena sistem informasi dapat merekam pembelian
yang dilakukan customer, memanage inventory, untuk menghhitung penggajian
pegawai, sebagai alat hitung keuangan, dll.
–
Men-support
Pengambilan Keputusan. Sistem Informasi juga dapat menolong manager perusahaan
untuk mengambil keputusan bisnis. Contohnya : keputusan tentang barang apa saja
yang harus distock secara banyak karena banyak peminatnya, produk apa yang
harus discontinue karena kurang peminat, dll. Fungsi ini bisa didapat dengan
DSS yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Berbasis Komputer. Hal ini
tidak hanya berfungsi untuk mengambil keputusan tetapi juga untuk membantu
manager untuk mencari cara meningkatkan keunggulan terhadap pesaing lain.
–
Men-support
Strategi untuk Keunggulan Kompetitif Perusahaan. Meningkatkan keunggulan
strategis dibanding kompetitor membutuhkan aplikasi dari IT yang inovatif.
Contohnya : Uber, Go-Jek, dan Grab,
ketiga usaha ini memanfaatkan IT sebagai keunggulan kompetitif dibanding usaha
transportasi lainnya seperti taxi bluebird, express, dll. Mereka memanfaatkan
teknologi online sebagai metode pemesanan taksi mereka. Uber, Go-jek dan Grab
mendapat tanggapan positif dari masyarakat, banyak masyarakat yang cenderung
lebih suka untuk menggunakan transportasi online seperti Uber, Go-Jek, dan Grab
dibanding transportasi umum biasa seperti taksi, ojek dan angkot karena lebih
praktis dan murah. Hal ini menyebabkan pengguna transportasi umum biasa
berkurang. Karena berkurangnya pengguna transportasi umum biasa, hal ini
menyebabkan pemasukan supir transportasi umum berkurang, sehingga pada tahun
2016 dan tahun 2017 ini ada beberapa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh supir
angkutan umum (angkot dan taksi) di bebeberapa kota di Indonesia, karena para
supir kendaraan umum ini merasa penghasilannya terancam oleh maraknya transportasi
online.
Competitive Force and Strategies dengan 6 Dimensinya
Competitive Force merupakan faktor yang mempengaruhi posisi
kompetitif dari sebuah perusahaan dalam suatu industri atau pasar. kekuatan
kompetitif meliputi daya tawar pembeli dan pemasok, ancaman pendatang baru, dan
persaingan di antara perusahaan yang ada.
Competitive Strategy merupakan rencana aksi jangka panjang
yang dirancang untuk membantu perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif atas
rivalnya. Jenis strategi sering digunakan dalam kampanye iklan oleh entah
bagaimana mendiskreditkan produk atau jasa kompetisi. Strategi kompetitif yang
penting untuk perusahaan bersaing di pasar yang sangat jenuh dengan alternatif
bagi konsumen.
1.
Cost
Leadership Strategy
Organisasi
dapat menggunakan sistem informasi secara mendasar untuk mengubah biaya dalam
melakukan bisnis (Booth, Roberts & Sikes 2011) atau mengurangi biaya proses
bisnis dan atau untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok, yaitu,
menggunakan bisnis yang berbentuk business to consumer dan business to business
models, sistem e-procurement untuk mengurangi biaya operasi. Menjadi produsen
low-cost dari suatu produk dan jasa di industri atau dengan mencari cara untuk
membantu pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya
pesaing.
Pengaplikasian
Strategi ini dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Sistem informasi yaitu
dengan :
-
menjadi
produsen yang menyediakan biaya yang rendah untuk produk dan jasa
-
mencari
cara untuk membantu suppliers atau customer supaya tidak mengeluarkan terlalu
banyak biaya
-
meningkatkan
daya saing
2.
Differentiation
Strategy
Mengembangkan
cara-cara untuk membedakan produk dan jasa perusahaan dari para pesaing atau
mengurangi keuntungan diferensiasi pesaing. Strategi ini memungkinkan
perusahaan untuk fokus produk atau jasa untuk memberikan keuntungan dalam
segmen atau ceruk pasar tertentu.
Pengaplikasian
Strategi ini dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Sistem informasi yaitu
dengan :
-
mengembangkan
cara untuk membedakan produk dan jasa dari pesaing
-
mengurangi
perbedaan keuntungan dari pesaing
3.
Innovation
Strategy
Organisasi
dapat menggunakan Sistem Informasi untuk mengidentifikasi dan membuat produk
atau jasa yang baru dengan mengembangkan pangsa pasar yang baru atau mengubah
proses bisnisnya menjadi secara otomatis (menggunakan model digital dan
simulasi design produk untuk mengurangi waktu dan biaya di tpusat perbelanjaan
(Chui & Fleming 2011)).
Menemukan
cara baru melakukan bisnis. Strategi ini mungkin melibatkan mengembangkan
produk dan layanan yang unik atau memasuki pasar unik atau ceruk pasar. Hal ini
juga dapat melibatkan membuat perubahan radikal terhadap proses bisnis untuk
memproduksi atau mendistribusikan produk dan layanan yang begitu berbeda dari
cara bisnis telah dilakukan dengan cara mengubah struktur dasar industri.
Ada 5
cara untuk melakukan inovasi bisnis :
-
membuat
produk dan jasa yang baru
-
memasuki
pangsa pasar yang baru atau strategi penjualan yang baru
-
membangun
kerjasama bisnis yang baru
-
mencari
cara baru untuk memproduksi produk dan jasa
-
mencari
cara baru untuk mendistribusikan produk dan jasa
Menurut O'Brien & Marakas (2011),
strategi inovasi mencakup :
-
penggunaan
SI/TI untuk penciptaan produk atau layanan baru
-
penggunaan
SI/TI untuk pembuatan pasar baru yang bersifat unik
-
penggunaan
SI/TI untuk melakukan perubahan radikal terhadap proses-proses bisnis yang
secara dramatis akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau
layanan pelanggan, atau memperpendek waktu ke pasar.
4.
Growth
Strategies
Pengaplikasian
Strategi ini dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Sistem informasi yaitu
dengan
-
secara
signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa
-
memperluas
sampai ke pangsa pasar luar negeri
-
membuat
variasi baru untuk produk dan jasa
-
mengintegrasikan
kedalam produk dan jasa terkait
5.
Alliance
Strategies
Membangun
kerjasama bisnis baru dengan customers, suppliers, pesaing, consultant dan
perusahaan lain dengan cara :
-
Menggunakan
IT untuk membuat organisasi virtual untuk business partner perusahaan
-
Mengembangkan
Sistem Informasi Interenterprise yang terhubungn dengan internet dan extranet,
yang mampu mndukung hubungan bisnis strategis dengan customer, supplier, dll.
6.
Other
Strategies
Inisiatif
strategi yang tersedia disamping lima strategi dasar selain diatas adalah :
-
menggunakan
sistem informasi antarorganisasi untuk membuat perjanjian usaha antar pelanggan
dan suppliers
-
menggunakan
investasi IT untuk membangun hambatan diluar industry
-
menggunakan
komponen IT untuk membuat produk lain yang menarik dan bersaing.
Investasi dalam teknologi informasi
dapat memungkinkan bisnis untuk menjamin pelanggan dan pemasok (dan mencegah
pesaing) dengan membangun hubungan baru yang berharga dengan mereka. Hubungan
bisnis ini dapat menjadi begitu berharga untuk pelanggan atau pemasok karena
dapat mencegah mereka untuk beralih ke perusahaan pesaing atau juga dapat
mengintimidasi mereka untuk menerima pengaturan bisnis kurang menguntungkan.
Upaya awal untuk menggunakan
teknologi sistem informasi dalam hubungan ini difokuskan pada secara signifikan
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan pemasok dalam kegiatan
distribusi, pemasaran, penjualan, dan layanan perusahaan. proyek lebih baru
mencirikan bergerak ke arah penggunaan yang lebih inovatif teknologi informasi.
Contoh Perusahaan yang
Mengaplikasikan 5 Dimensi Competitive Force dan Strategies menggunakan TI dan
SI beserta Manfaatnya
Referensi
Anonim. 2017. “Competitive
Strategy Dimensional” *Online+. (Diakses dari : www.springer.com/cda/.../cda.../9789491216886-c2.pdf
pada 03 April 2017 Pukul 19.45).
Anonim. 2017. “Competitive
Force” *Online+. (Diakses dari : https://www.utdallas.edu/~dchisam/6204ch12.doc
pada 03 April 2017 Pukul 20.10).
Kadir, Abdul. 2014.
Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi. Yogyakarta : Andi Offset Yogyakarta.
O'Brien, James A., and
George M. Marakas. 2011. Management Information Systems (10th Edition). global
ed. New York, NY: McGraw-Hill/Irwin.
Prajanto, Agung. 2013. “Manajemen
Sistem Informasi” *Online+. (Diakses dari : http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/2_kompetitif,_euc_file_2013-04-07_213716_agung_prajanto_msi__.pdf
pada 03 April 2017 Pukul 18.35).
Porter, M. E. (1980).
Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors (1st
ed.). New York, NY: Free Press.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar