Senin, 03 April 2017

SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Informasi sebagai Keunggulan Kompetitif Perusahaan, UMB, 2017

Nama : Namira Nur Jasmine    Fakultas Ilmu Komputer / Sistem Informasi
NIM    : 41814010076                                Universitas Mercu Buana

Mata Kuliah                : Sistem Informasi Manajemen – Pertemuan 5
Dosen Pengampu        : Prof. Dr. Hapzi, MM
Senin, 03 April 2017

Sistem Informasi sebagai Keunggulan Kompetitif Perusahaan

Menurut Michael Porter yang sangat dikenal di bidang strategi kompetitif. Melalui kerangka Industry adn Competitive Analysis (CIA) (Porter, 1980), beliau mengungkapkan bahwa keadaan kompetisi dalam industri bergantung pada lima kekuatan kompetitif yang dikenal dengan sebutan "five forces" atau "competitive forces", yaitu :
  •          daya tawar pemasok
  •          daya tawar pembeli
  •          ancaman pendatang baru
  •          ancaman pengganti produk atau jasa
  •         persaingan sesama

Daya Tawar pembeli merupakan ancaman bagi perusahaan karena pembeli dapat berpindah ke pesaing sewaktu-waktu. Sebagai contoh, pembeli buku di Amazon (http://www.amazon.com) dengan mudah bisa berpindah ke pesaingnya seperti Barnes & Nobles (http://www.barnesandnobles.com/) karena biaya untuk berpindah perusahaan lain hanya sebatas ketukan beberapa tombol di keyboard. Oleh karena itu, perlu diupayakan strategi untuk membuat pelanggan tetap loyal, misalkan dengan memberikan diskon, memberikan kupon yang dapat digunakan untuk pembelian berukutnya atau menggratiskan biaya pengiriman.
Pada SI, Keuntungan Kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mempengaruhi pangsa pasar. Buruh beragumentasi bahwa perusahaan menerima keuntungan kompetitif dengan melakukan salah satu kegiatan dibawah ini :
        Produksi dan pelayanan dengan harga murah,
        Produksi dan pelayanan berkualitas tinggi, atau
        Mempertemukan kebutuhan khusus dari segmentasi pasar tertentu
Titik terpenting adalah manajemen perusahan menggunakan sumber daya fisik dan konseptual untuk mempertemukan strategi yang objektif bagi perusahaan
Dengan penggunaan TI dan SI dapat membantu perusahaan untuk memangkas biaya bisnis, membedakan dan berinovasi dalam produk dan layanannya, meningkatkan pertumbuhan, mengembangkan aliansi, mengunci pelanggan dan pemasok, membuat biaya switching, meningkatkan hambatan masuk, dan meningkatkan investasi di sumber daya TI. Dengan demikian, teknologi informasi dapat membantu bisnis mendapatkan keuntungan kompetitif dalam hubungan dengan pelanggan, pemasok, pesaing, pendatang baru, dan produsen produk pengganti.
Secara Dimensi dengan penggunaan SI ada beberapa jenis Keunggulan Kompetitif Perusahaan, diantaranya :
1.      Keunggulan Strategis
Perencanaan digunakan untuk pencapaian keuntungan. Menurut level piramida fungsional perusahaan, keuntungan dari segi keunggulan strategis dicapai melalui seleksi arah strategi mendasar dan tujuan perusahaan.
2.      Keunggulan Taktis
Metode untuk menyempurnakan strategi dalam cara yang lebih baik dibandingkan pesaing.
3.      Keunggulan Operasional
Transaksi dan proses harian yang memberi keuntungan

Sistem Informasi dapat menjadi keunggulan kompetitif perusahaan karena dapat memiliki peran besar dalam bisnis, yaitu sebagai berikut :
        Men-support Proses Bisnis dan Operasional perusahaan. SI dapat membantu proses bisnis dan operasional perusahaan. Contohnya : di zaman modern sekarang ini semua supermarket sudah menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk membantu operasional dan proses bisnisnya, karena sistem informasi dapat merekam pembelian yang dilakukan customer, memanage inventory, untuk menghhitung penggajian pegawai, sebagai alat hitung keuangan, dll.
        Men-support Pengambilan Keputusan. Sistem Informasi juga dapat menolong manager perusahaan untuk mengambil keputusan bisnis. Contohnya : keputusan tentang barang apa saja yang harus distock secara banyak karena banyak peminatnya, produk apa yang harus discontinue karena kurang peminat, dll. Fungsi ini bisa didapat dengan DSS yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Berbasis Komputer. Hal ini tidak hanya berfungsi untuk mengambil keputusan tetapi juga untuk membantu manager untuk mencari cara meningkatkan keunggulan terhadap pesaing lain.
        Men-support Strategi untuk Keunggulan Kompetitif Perusahaan. Meningkatkan keunggulan strategis dibanding kompetitor membutuhkan aplikasi dari IT yang inovatif.
Contohnya : Uber, Go-Jek, dan Grab, ketiga usaha ini memanfaatkan IT sebagai keunggulan kompetitif dibanding usaha transportasi lainnya seperti taxi bluebird, express, dll. Mereka memanfaatkan teknologi online sebagai metode pemesanan taksi mereka. Uber, Go-jek dan Grab mendapat tanggapan positif dari masyarakat, banyak masyarakat yang cenderung lebih suka untuk menggunakan transportasi online seperti Uber, Go-Jek, dan Grab dibanding transportasi umum biasa seperti taksi, ojek dan angkot karena lebih praktis dan murah. Hal ini menyebabkan pengguna transportasi umum biasa berkurang. Karena berkurangnya pengguna transportasi umum biasa, hal ini menyebabkan pemasukan supir transportasi umum berkurang, sehingga pada tahun 2016 dan tahun 2017 ini ada beberapa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh supir angkutan umum (angkot dan taksi) di bebeberapa kota di Indonesia, karena para supir kendaraan umum ini merasa penghasilannya terancam oleh maraknya transportasi online.


Competitive Force and Strategies dengan 6 Dimensinya

Competitive Force merupakan faktor yang mempengaruhi posisi kompetitif dari sebuah perusahaan dalam suatu industri atau pasar. kekuatan kompetitif meliputi daya tawar pembeli dan pemasok, ancaman pendatang baru, dan persaingan di antara perusahaan yang ada.
Competitive Strategy merupakan rencana aksi jangka panjang yang dirancang untuk membantu perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif atas rivalnya. Jenis strategi sering digunakan dalam kampanye iklan oleh entah bagaimana mendiskreditkan produk atau jasa kompetisi. Strategi kompetitif yang penting untuk perusahaan bersaing di pasar yang sangat jenuh dengan alternatif bagi konsumen.

1.        Cost Leadership Strategy
Organisasi dapat menggunakan sistem informasi secara mendasar untuk mengubah biaya dalam melakukan bisnis (Booth, Roberts & Sikes 2011) atau mengurangi biaya proses bisnis dan atau untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok, yaitu, menggunakan bisnis yang berbentuk business to consumer dan business to business models, sistem e-procurement untuk mengurangi biaya operasi. Menjadi produsen low-cost dari suatu produk dan jasa di industri atau dengan mencari cara untuk membantu pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya pesaing.

Pengaplikasian Strategi ini dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Sistem informasi yaitu dengan :
-          menjadi produsen yang menyediakan biaya yang rendah untuk produk dan jasa
-          mencari cara untuk membantu suppliers atau customer supaya tidak mengeluarkan terlalu banyak biaya
-          meningkatkan daya saing

2.        Differentiation Strategy
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk dan jasa perusahaan dari para pesaing atau mengurangi keuntungan diferensiasi pesaing. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk fokus produk atau jasa untuk memberikan keuntungan dalam segmen atau ceruk pasar tertentu.

Pengaplikasian Strategi ini dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Sistem informasi yaitu dengan :
-          mengembangkan cara untuk membedakan produk dan jasa dari pesaing
-          mengurangi perbedaan keuntungan dari pesaing

3.        Innovation Strategy
Organisasi dapat menggunakan Sistem Informasi untuk mengidentifikasi dan membuat produk atau jasa yang baru dengan mengembangkan pangsa pasar yang baru atau mengubah proses bisnisnya menjadi secara otomatis (menggunakan model digital dan simulasi design produk untuk mengurangi waktu dan biaya di tpusat perbelanjaan (Chui & Fleming 2011)).

Menemukan cara baru melakukan bisnis. Strategi ini mungkin melibatkan mengembangkan produk dan layanan yang unik atau memasuki pasar unik atau ceruk pasar. Hal ini juga dapat melibatkan membuat perubahan radikal terhadap proses bisnis untuk memproduksi atau mendistribusikan produk dan layanan yang begitu berbeda dari cara bisnis telah dilakukan dengan cara mengubah struktur dasar industri.

Ada 5 cara untuk melakukan inovasi bisnis :
-          membuat produk dan jasa yang baru
-          memasuki pangsa pasar yang baru atau strategi penjualan yang baru
-          membangun kerjasama bisnis yang baru
-          mencari cara baru untuk memproduksi produk dan jasa
-          mencari cara baru untuk mendistribusikan produk dan jasa
Menurut O'Brien & Marakas (2011), strategi inovasi mencakup :
-          penggunaan SI/TI untuk penciptaan produk atau layanan baru
-          penggunaan SI/TI untuk pembuatan pasar baru yang bersifat unik
-          penggunaan SI/TI untuk melakukan perubahan radikal terhadap proses-proses bisnis yang secara dramatis akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan, atau memperpendek waktu ke pasar.

4.        Growth Strategies
Pengaplikasian Strategi ini dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Sistem informasi yaitu dengan
-          secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa
-          memperluas sampai ke pangsa pasar luar negeri
-          membuat variasi baru untuk produk dan jasa
-          mengintegrasikan kedalam produk dan jasa terkait

5.        Alliance Strategies
Membangun kerjasama bisnis baru dengan customers, suppliers, pesaing, consultant dan perusahaan lain dengan cara :
-          Menggunakan IT untuk membuat organisasi virtual untuk business partner perusahaan
-          Mengembangkan Sistem Informasi Interenterprise yang terhubungn dengan internet dan extranet, yang mampu mndukung hubungan bisnis strategis dengan customer, supplier, dll.

6.        Other Strategies
Inisiatif strategi yang tersedia disamping lima strategi dasar selain diatas adalah :
-          menggunakan sistem informasi antarorganisasi untuk membuat perjanjian usaha antar pelanggan dan suppliers
-          menggunakan investasi IT untuk membangun hambatan diluar industry
-          menggunakan komponen IT untuk membuat produk lain yang menarik dan bersaing.
Investasi dalam teknologi informasi dapat memungkinkan bisnis untuk menjamin pelanggan dan pemasok (dan mencegah pesaing) dengan membangun hubungan baru yang berharga dengan mereka. Hubungan bisnis ini dapat menjadi begitu berharga untuk pelanggan atau pemasok karena dapat mencegah mereka untuk beralih ke perusahaan pesaing atau juga dapat mengintimidasi mereka untuk menerima pengaturan bisnis kurang menguntungkan.
Upaya awal untuk menggunakan teknologi sistem informasi dalam hubungan ini difokuskan pada secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan pemasok dalam kegiatan distribusi, pemasaran, penjualan, dan layanan perusahaan. proyek lebih baru mencirikan bergerak ke arah penggunaan yang lebih inovatif teknologi informasi.


Contoh Perusahaan yang Mengaplikasikan 5 Dimensi Competitive Force dan Strategies menggunakan TI dan SI beserta Manfaatnya





Referensi
Anonim. 2017. “Competitive Strategy Dimensional” *Online+. (Diakses dari : www.springer.com/cda/.../cda.../9789491216886-c2.pdf pada 03 April 2017 Pukul 19.45).
Anonim. 2017. “Competitive Force” *Online+. (Diakses dari : https://www.utdallas.edu/~dchisam/6204ch12.doc pada 03 April 2017 Pukul 20.10).
Kadir, Abdul. 2014. Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi. Yogyakarta : Andi Offset Yogyakarta.
O'Brien, James A., and George M. Marakas. 2011. Management Information Systems (10th Edition). global ed. New York, NY: McGraw-Hill/Irwin.
Prajanto, Agung. 2013. “Manajemen Sistem Informasi” *Online+. (Diakses dari : http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/2_kompetitif,_euc_file_2013-04-07_213716_agung_prajanto_msi__.pdf pada 03 April 2017 Pukul 18.35).
Porter, M. E. (1980). Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors (1st ed.). New York, NY: Free Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar