Nama : Namira Nur Jasmine
NIM : 41814010076
Fakultas Ilmu Komputer / Sistem Informasi
Universitas Mercu Buana
Mata
Kuliah :
Sistem Informasi Manajemen – Pertemuan 2
Dosen
Pengampu : Prof. Dr. Hapzi, MM
Senin,
13 Maret 2017
Konsep Dasar Pengambilan Keputusan
Dalam
manajemen, pengambilan keputusan (decision making) memegang peranan penting
karena keputusan yang diambil oleh manajer merupakan hasil pemikiran akhir yang
harus dilaksanakan oleh bawahannya atau organisasi yang ia pimpin. Keputusan
manajer sangat penting karena menyagkut semua aspek. Kesalahan dalam mengambil
keputusan bisa merugikan organisasi, mulai dari kerugian citra sampai pada
kerugian uang. Pengambilan keputusan adalh suatu proses pemikiran dalam
pemecahan masalah untuk memperoleh hasil yang akan dilaksanakan.
Ada masalah
yang mudah diselesaikan ada pula masalah yang sulit, tergantung besarnya
masalah dan luasnya dengan beberapa faktor. Model yang bermanfaat dan terkenal
sebagai konsep dasar proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh Herbert
A.Simon terdiri atas tiga tahap, yaitu :
1.
Pemahaman
Menyelidiki
lingkungan kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah yang diperoleh diolah
dan diperiksa untuk dijadikan petunjuk yang dapat memenyukan masalahnya.
2.
Perancangan
Menemukan,
mengembangkan dan menganalisis arah tindakan yang mungkin dapat digunakan. Hal
ini mengandung proses untuk memahami masalah untuk menghasilkan cara pemecahan
dan menguji apakah cara pemecahan tersebut dapat dilaksanakan.
3.
Pemilihan
Memilih
arah tindakan tertentu dari semua arah tindakan yang ada. Pilihan ditentukan
dan dilaksanakan.
Sedangkan
model keputusan terbuka menganggap bahwa pengambilan keputusan :
a.
Tidak
mengetahui semua alternatif dan semua hasil
b.
Melakukan
penyelidikan sacara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang
memuaskan.
c.
Mengambil
keputusan yang memuaskan tingkat keinginannya.
Model
terbuka adalah dinamis atas urutan pilihan karena tingkat keinginan berubah
menanggapi perbedaan antara hasil dan tingkat keinginan.
Pengertian
Pengambilan Keputusan
Pembuatan
keputusan ini bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkuatan
sehingga usaha pencapaiian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik
dan efektif. Masalah atau problem yang dimaksud dapat dibagi tiga golongan
besar, yaitu masalah korektif, masalah progresif, dan masalan kreatif.
Masalah
korektif adalah masalah yang timbul karena adanya penyimpangan dari apa yang
direncanakan. Masalah progresif adalah suatu masalah yang terjadi akibat adanya
keinginan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu prestasi ayau hasil masa
lalu. Misalnya, suatu perusahaan ingin memperbesar atau memperluas market
sharenya atau suatu pabrik mobil ingin memproduksi suatu kendaraan yang lebih
irit bahan bakarnya. Masalah kreatif adalah suatu masalah yang muncul karena
adanya keinginan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Hal ini dapat
dicontohkan sebuah pabrik mobil ingin menciptakan kendaraan dengan energi
matahari.
Teknik
pengambilan keputusan
Herbert
A Simon mengemukakan teknik tradisional dan modern dalam pembuatan keputusan
yang diprogram dan tidak diprogram. Lihat tabel 1.1
Tabel
1.1 Teknik-teknik pembuatan keputusan tradisional dan modern
Tipe – tipe Keputusan
|
Teknik-teknik pembuatan keputusan
|
|
Tradisional
|
Modern
|
|
Diprogram :
Keputusan rutin dan berulang-ulang. Organisasi
mengembangkan proses khusus bagi penanganannya.
|
1. Kebiasaan
2. Kegiatan
rutin :
Prosedur
pengoperasiaan standar
3. Struktur
organisasi tersusun baik.
|
1. Teknik riset
operasi analisis matematik model-model
2. Pengolahan
data elektronik
|
Tidak diprogram :
Keputusan sekali dipakai, disusun tidak
sehat dan kebijaksanaan. Ditangani dengan proses pemecahan masalah umum.
|
1. Kebijakan
dan kreatifitas
2. Coba-coba
3. Selektif
dan latihan para pelaksana
|
Teknik pemecahan yang diterapkan pada :
1. Latihan membuat
keputusan
2. Penyusunan
“Heuritic:
|
Kriteria Pengambilan Keputusan
Kriteria
untuk memilih alternatif dalam model normative adalah pemaksimalan (laba,
kegunaan, nilai yang diharapkan dan sebagainya.. Tujuan ini apabila dinyatakan
dalam bentuk kuantitatif disebut fungsi objektif untuk suau keputusan. Dalam
model ekonomi klasik, manusia rasional dianggap memaksimakan kegunaan. Kegunaan
ini dirumuskan sebagai sifat hasil yang memberikan kesenangan atau
menghindarkan kesusahan. Bagi suatu perusahaan, kegunaan biasanya dipandang
sebagai laba, tetapi hal ini dapat juga berupa penjualan, bagi pasar, dan lai
sebagainya.
Suatu
pandangan alternative mengenai criteria untuk pengambilann keputusaan adalah
pemuasan. Pandangan ini berasal dari model perilaku deskriptif yang menyatakan
penyelidikan untuk mendapatkannya. Mereka tidak senuhnya rasional atau cermat
dalam penyelidikan aytau penelitiaannya. Mereka menyederhanakan factor-faktor
ayang harus dipertimbangkan.
Sistem Pengambilan
Keputusan
Sistem Pengambilan
Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam
proses pengambilan keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh dari
hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Dari pengertian sistem
pendukung keputusan maka dapat ditentukan karakteristik antara lain :
1.
Mendukung proses
pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by perception.
2.
Adanya interface
manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control proses
pengambilan keputusan.
3.
Mendukung
pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi
terstruktur dan tak struktur.
4.
Memiliki kapasitas
dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5.
Memiliki subsistem
– subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai
kesatuan item.
6.
Membutuhkan
struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh
tingkatan manajemen
Dalam sistem
pengambilan keputusan terdapat tiga keputusan tingkatan perangkat keras maupun lunak.
Masing – masing tingkatan berdasarkan tingkatan kemampuan berdasarkan perbedaan
tingkat teknik, lingkungan dan tugas yang akan dikerjakan. Ketiga tingkatan
tersebut adalah :
a.
Sistem Pengambilan
Keputusan (Specific DSS)
b.
Pembangkit Sistem
Pengambilan Keputusan (DSS Generator)
c.
Peralatan Sistem
Pengambilan Keputusan
Dalam sistem
pengambilan keputusan terdapat tiga jenis keputusan, yaitu :
1.
Keputusan
Terstruktur
Keputusan
terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat
rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik, terjadwal, sempit, interaktif, real time, internal,
dan detail. Prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas.
Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah.
Contoh:
Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang; menentukan
kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit pada pelanggan.
2.
Keputusan
Semiterstruktur
Keputusan
semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan
dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh
pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan folus, spesifik, interaktif,
internal, real time, dan terjadwal.
Contoh:
Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi dan pengendalian sediaan, merancang
rencana pemasaran, dan mengembangkan anggaran departemen.
3.
Keputusan Tidak
Terstruktur
Keputusan
tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi
berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini menuntut pengalaman dan
berbagai sumber yang bersifat eksternal. Keputusan ini umumnya terjadi pada
manajemen tingkat atas. Informasi yang dibutuhkan umum, luas, internal,
dan eksternal.
Contoh:
Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain,
perekrutan eksekutif.
Proses atau Langkah pengambilan keputusan
Proses
pengambilan keputusan memiliki berapa tahap :
Tahap
1 : Pemahaman dan Perumusan Masalah.
Para manager
seriing menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit dikemukaan atau
bahkan sering hanya mengidentifikasikan masalah, bukan penyebab dasar. Para manager
dapat mengidentifikasi masaklah dengan beberapa cara. Pertama, manager secra
sistematis menguji hubungan sebab-akibat. Kedua manager mencari penyimpangan
atau perubahan dari yang “normal”.
Tahap
2 : Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan.
Setelah
manajer menemukan dan merumuskan masalah, manajer harus memutuskan
langkah-langkah selanjutnya. Manajer pertama kali harus menentukan data-data
apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat dan kemudiaan
mendapatkan informasi tersebut.
Tahap
3 : Pegembangan Alternatif-Alternatif.
Kecenderungan
untuk menerima alternatif keputusan pertama yang “feasibel” sering
menghindarkan manager dari pencapaian penyelesaian yang terbaik untuk masalah
manajer. Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak
kecnderungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat keputusan yang
efektif. Manager harus memilih suatu alternatif yang cukup baik, walaupun bukan
sesuatu yang sempurna atau ideal.
Tahap
4 : Evaluasi Alternatif-Alternatif.
Setelah
manajer mengembangkan sekumpulan alternatif, manager harus mengevaluasi
sekumpulan alternative untuk menilai efektifitas setiap alternative tersebut.
Tahap
5 : Pemilihan Alternatif Terbaik.
Pembuatan
keputusan merupakan hasil evaluasi berbagai alternatif. Alternatif terpilih
akan didasarkan pada jumlah informasi bagi manager dan ketidaksempurnaan
kebijakan manajer.
Tahap
6: Implementasi Keputusan .
Setelah
alternatif terbaik dipilih, para manager harus membuat rencana untuk mengatasi
berbagai permasalahan dam masalah yang mungkin dijumpai dalam penerapan
keputusan. Dalam hal ini, manager perlu memperhatikan berbagai resiko dan
ketidakpastian sebagai konsekuensi dibuatnya suatu keputusan. Disamping itu,
pada tahap implementasi keputusan manager juga perlu menetapkan prosedur
laporan kemajuaan periodik dan memnpersiapkan tindakan korektif bila masalah
baru muncul dalam pembuatan kjeputusan, serta merancang peringatan dini untuk
menghadapi berbagai kemungkinan.
Tahap
7: Evaluasi Hasil-Hasil. Keputusan.
Implementasi
keputusan harus selalu dimonitor. Manajer harus meangevaluasi apakah
implementasi dilakukan dengan lancar dan keputusan memberikan hasil yang
diinginkan.
Referensi
Anonim. (2017). “Konsep
Pengambilan Keputusan di dalam SIM” [Online]. (Diakses dari :
http://ravina-bethebest.blogspot.co.id/2009/11/konsep-pengambilan-keputusan-di-dalam.html
pada 13 Maret 2017 pukul 20.00)
Anonim. (2017). “Implementasi Sistem Informasi Manajemen dalam
Perusahaan” [Online]. (Diakses dari :
https://www.academia.edu/17383250/Implementasi_Sistem_Informasi_Manajemen_dalam_Perusahaan
pada 13 Maret 2017 pukul 20.20)
Wardhani,
Nia Kusuma. (2017). “Modul Perkuliahan : Sistem Informasi Manajemen
Decision Support System” [Online]. (Diakses
dari : https://fasilkomelearning.mercubuana.ac.id/mod/resource/view.php?id=874
pada 13 Maret 2017 pukul 20.39)
Anonim. (2017). “SISTEM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN” [Online]. (Diakses dari:
http://harya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27109/konsep+pengambilan+keputusan.
pdf pada 13 Maret 2017 pukul 20.45)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar